Subscribe

RSS Feed (xml)



Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Minggu, 24 Mei 2009

Pendidikan di Indonesia Relatif Gagal

Pendidikan di Indonesia dinilai gagal dan relatif kehilangan makna. Selain gagal melaksanakan proses transfer pengetahuan (transfer of knowledge), sistem pendidikan di Indonesia juga gagal membentuk watak peserta didiknya. Diperlukan usaha yang sungguh-sungguh dan konsisten agar kualitas SDM bangsa ini tidak semakin terpuruk.

Hal itu mengemuka dalam Simposium Nasional "Pendidikan dan Pembentukan Kreativitas" di Aula Timur ITB, Bandung, Selasa (21/10). Simposium yang berlangsung dua hari itu, pada hari pertama mendatangkan narasumber sosiolog Dr Imam B Prasodjo, guru besar ITB Prof Dr Gede Raka, dan Prof Dr Bana G Kartasasmita, staf pengajar ITB sekaligus peneliti di Lemhanas Dr TA Sanny, serta praktisi pendidikan lainnya. Demikian ungkap harian Suara Pembaruan.

Menurut Sanny, makna mendidik sebetulnya tidak lain upaya membangun budaya dan kreativitas manusia. Sementara Imam Prasodjo secara khusus mengungkapkan sejumlah kegagalan sekaligus kekhawatirannya terhadap gagalnya pembentukan watak dan karakter itu. Pasalnya, pola pendidikan seharusnya dibedakan dengan pengajaran.

"Kalau pengajaran sekadar transfer pengetahuan, tapi pendidikan mempunyai makna yang lebih luas, yaitu mentransfer nilai. Bisa dikatakan, keduanya gagal dilaksanakan," katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar